Sunday, July 29, 2012

Rasa Terimakasih yang Tak Terbatas



29 Juli 1 tahun yang lalu kami ada, saat itu kami masih sangat mentah untuk sebuah usaha jasa.
Saat ini, kami masih ada, walaupun kami belum matang, tapi sudah tidak sementah 1 tahun yang lalu.

Terimakasih yang tak terbatas untuk :
- Tuhan Yang Maha Esa karena telah dengan tulus menjadi Segala-galanya bagi kami.
- The Kiosk, yang telah menjadi "lapangan" untuk kami "bermain".
- Bapak Nyoman, Ibu Ruth, dan Ibu Tania, yang telah membukakan "pintu" untuk kami, memberikan kami "kunci" pintu tersebut, dan percaya pada kami untuk bisa tetap "berdiri" dan "tumbuh".
- Ibu Eni, Mas Icang, dan Wahyu, yang selalu menjadi bagian dari "bumbu", dan "tinta" yang melekat di jasad kami ruh kami.
- Citra, yang bersedia tersenyum, menemani, berjuang, dan selalu ada untuk kami disetiap "cuaca", mulai dari Nol sampai dengan detik ini.
- Hendra, Rein, Dhimas, Nana, dan Ima, yang detik ini tertawa, menari, berjuang, dan ada untuk menemani kami saat ini.
- Tio, Novi, Akbar, Rizki, Pak Umar, Jane, Mul, dan Imas, yang pernah "ada" untuk kami, berjuang, dan menemani kami.
- dan Ribuan nama lainnya yang tak bisa kami sebutkan satu persatu.

Sekali lagi, Terimakasih untuk segala bentuk dukungan dan perjuangan yang tak ternilai, yang telah dilakukan untuk kami, dan sekaligus maafkan kami belum dapat memberi lebih, tapi 1 hal yang bisa kami berikan yaitu, selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dan memberikan yang terbaik.

Semoga apa yang telah dilakukan selama 1 tahun ini tidak sia-sia, dan dapat menjadi 1 langkah awal untuk dapat memberikan kebahagiaan.


Amin.

oleh : Regalo Corner untuk Dunia.

Sunday, July 8, 2012

kenyataan itu menyebalkan

kemarin,
bulan itu tidak nyata...
hanya bagian dari gumpalan batu diangkasa...
pantulan cahayanya pun hanya ilusi...
yang dipinjam dari matahari...
tapi...
beberapa pasang mata di bumi ini percaya...
dan itu cukup untuk membuatnya cukup nyata...

tadi...
saat kabut pagi membuka paksa mataku...
tersirat dibenakku senyum nakalmu...
mata beningmu...
dan garis tanganmu yang menyentuh kulit wajahku...
saat itu pula aku terjaga...
dengan sejuta birahi yang terkubur...
dan sempitnya rongga udara didadaku membuatku bertahan...

untuk tidak meludahi mukamu !!!