Hei... Bung, bagaimana hari ini?
Aku boleh dong dibuatkan kopi hitam... biasa...tanpa gula ya
Pemikiran-pemikiran sederhana saja...tidak perlu istilah-istilah palsu yang memburamkan sebuah arti, membentuk pertanyaan baru dan melupakan pertanyaan lama...kemudian hilang, dan terlupakan. Standar.
Kenapa tidak ? Menjadi manusia itu sederhana... tak serumit mempelajari sejarah sebuah bangsa dan budayanya... tak serumit membunuh sesama demi membenarkan setiap agama atau kepercayaan... tak serumit mengatur strategi untuk saling menjatuhkan... tak serumit menghitung rumus untuk membuat resep makanan dari hasil daur ulang... bahkan tak serumit menyusun kata untuk saling menghina.
Layaknya hidup dan mati, pria dan wanita, hitam dan putih, siang dan malam, hanya perlu sebuah harmoni. Sebuah harmoni yang penuh sesak dengan warna, perbedaan, dan rasa... Sebuah harmoni yang akan mentiadakan kelaparan, peperangan, kecemburuan, bahkan mentiadakan ribuan pembenaran diutarakan demi sebuah kompetisi... yang apapun nama dan alasannya, kompetisi itu selalu menghasilkan Yang Terbaik, dan mengganti kita dengan aku.
mmm... aktifitas hari ini mungkin biasa saja , tapi selalu terbayarkan oleh hal yang tak ternilai angka... melihat dan mempelajari setiap kharakter, dan menghargainya... mengenal semesta yang terdekat, dan menyadari...bahwa ini adalah bagian terkecil[Nya]... belajar berbagi, dan menghargai agar bisa menjadi manusia... dan lain sebagi[Nya].
Meri ah...
Murni kesenangan yang terpampang... Mulai dari seragam yang berkilauan, sampai prasmanan makan siang dengan menu rayuan, melebur sejenak tanpa atasan dan bawahan...
Mer iah...
Sisi sepi yang menyambut dengan sinis memulai dengan doa dan caci maki, kemudian tawa dan gelengan kepala yang mengungkap kekonyolan fakta, melebur sejenak dalam mimpi pagi...
Me riah...
Ketuhanan akan jaman telah mengubah semuanya... Mempersingkat perjuangan menjadi kelahiran, mempermudah sayang menjadi bahan tidur siang, mempersingkat ratusan tahun menjadi sembilan sampai duabelas jam...
Masih ada... tiga atau lima diluar sana yang memperhatikan tanpa suara...yang melantunkan doa dan harapan...yang memberikan senyuman...yang masih percaya...
Menjadi manusia itu sederhana.
berbagi. Sebuah kata yang sederhana... sebuah kata yang tak memerlukan syarat dan ketentuan... sebuah kata yang akan didampingi oleh kata menghargai... sebuah kata yang didasari oleh rasa... sebuah kata yang sederhana.
Apapun pendapat kalian akan tulisan ini, setidaknya bahasa basi ini terbaca... setidaknya gerombolan huruf dan tanda baca ini dapat memuntahkan pendapat (saya pribadi) ... setidaknya kalian masih memakai celana dalam.
Bahagia itu mudah...menjaganya yang tidak mudah.
#udahgituaja
No comments:
Post a Comment